Bupati Simalungun, Dr. H. Anton Achmad Saragih, menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Mitigasi Kekeringan Lahan Pertanian yang berlangsung di Auditorium Gedung F, Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Senin (20/4/2026).

Bupati Simalungun Hadiri Rakornas di Kementan RI: Usulkan Penguatan Infrastruktur Pertanian dan Cetak Sawah Baru

WhatsApp Image 2026-04-21 at 09.34.11 (1)
WhatsApp Image 2026-04-21 at 09.34.12 (1)
WhatsApp Image 2026-04-21 at 09.34.11
WhatsApp Image 2026-04-21 at 09.34.12
WhatsApp Image 2026-04-21 at 09.34.11 (2)
WhatsApp Image 2026-04-21 at 09.34.11 (1) WhatsApp Image 2026-04-21 at 09.34.12 (1) WhatsApp Image 2026-04-21 at 09.34.11 WhatsApp Image 2026-04-21 at 09.34.12 WhatsApp Image 2026-04-21 at 09.34.11 (2)

Pertemuan strategis ini digelar sebagai langkah antisipasi menghadapi prediksi BMKG terkait ancaman kekeringan ekstrem tahun 2026 sekaligus mempercepat program swasembada pangan nasional.

Rakornas tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman. Dalam arahannya, Mentan menekankan bahwa kunci utama ketahanan pangan saat ini bertumpu pada program perluasan areal tanam melalui optimasi lahan dan masifnya pompanisasi di lahan-lahan tadah hujan.

Mentan juga menginstruksikan seluruh daerah untuk melakukan mitigasi iklim yang nyata dengan penyediaan infrastruktur air yang memadai, guna meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) di tengah tantangan cuaca ekstrem.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Anton Achmad Saragih didampingi oleh jajaran pejabat lingkungan Pemerintah Kabupaten Simalungun, di antaranya Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Rinton Damanik, Kepala Dinas Pertanian Jenri Saragih, serta Plt. Kepala Bapperida Alpian Denri Saragih.

Kehadiran rombongan ini bertujuan untuk memastikan sinkronisasi data serta kesiapan teknis daerah dalam menjalankan instruksi pusat terkait penanganan dampak cuaca ekstrem.

Merespons arahan Menteri Pertanian, Pemerintah Kabupaten Simalungun menyampaikan sejumlah usulan teknis yang difokuskan pada tiga hal utama: penguatan infrastruktur pengairan, peningkatan mekanisasi pertanian, dan rencana pembukaan lahan baru.

Untuk sektor pengairan, Pemkab Simalungun mengajukan dukungan pembangunan irigasi perpompaan, irigasi perpipaan, serta pemeliharaan jaringan irigasi tersier. Sementara itu, untuk mendukung efisiensi kerja, diusulkan pula penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa Traktor Roda 4 dan Hand Traktor.

Dukungan alsintan ini dinilai sangat krusial untuk mempercepat proses pengolahan lahan agar masa tanam dapat dilakukan secara efektif sebelum puncak musim kemarau tiba.

Tidak hanya itu, Pemerintah Kabupaten Simalungun juga mengajukan rencana kegiatan cetak sawah baru pada lokasi yang telah diverifikasi memenuhi syarat teknis. Langkah ini diambil sebagai upaya strategis untuk memperluas areal produksi, sehingga target swasembada pangan tetap dapat tercapai, meskipun dihadapkan pada tantangan perubahan iklim dan potensi kekeringan yang cukup besar tahun ini.(*)