Hadiri Penutupan Diklat Bintalfisdis SMA Plus Efarina, Bupati Simalungun: Jadilah Teladan yang Menginspirasi
Bupati Simalungun, Dr. H. Anton Achmad Saragih, menghadiri acara penutupan Pendidikan dan Latihan Pembinaan Mental, Fisik dan Disiplin (Bintalfisdis) Taruna/i SMA Plus Efarina Tahun Ajaran 2026/2027, yang berlangsung di Kampus Efarina, Saribudolok, Kecamatan Silimakuta, Sumatera Utara, Jumat (2/10/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh 350 Taruna/i SMA Plus Efarina yang telah mengikuti rangkaian pelatihan selama pada bulan Juli 2026 lalu. Secara resmi, Diklat Bintalfisdis ini ditutup oleh Danrindam I/BB, Brigjen TNI Abdul Razak Rangkuti, S.Sos., M.Han., M.Si.
Dalam sambutannya, Danrindam I/BB menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya atas ketangguhan serta semangat para taruna/i muda dalam menyelesaikan seluruh tahapan latihan kepemimpinan yang menantang.
Sementara itu, Bupati Simalungun menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berhasil menuntaskan seluruh rangkaian pelatihan secara intensif dengan penuh ketekunan.
“Keberhasilan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang mengaplikasikan nilai-nilai luhur yang telah ditanamkan selama mengikuti diklat,” ujar Bupati.
Menurut Bupati, pembinaan mental, fisik, dan disiplin merupakan pondasi utama pembentukan karakter serta kepemimpinan generasi muda. Para peserta tidak hanya ditempa fisiknya untuk membangun daya tahan, ketangkasan, dan semangat pantang menyerah, tetapi juga dibentuk secara mental agar memiliki integritas, kejujuran, serta ketangguhan dalam menghadapi tekanan dan berbagai tantangan kehidupan.
Disiplin, lanjut Bupati, ditegakkan sebagai dasar keberhasilan — tercermin dari kepatuhan terhadap aturan, ketepatan waktu, serta rasa tanggung jawab terhadap diri sendiri maupun lingkungan.
“Ketiga aspek ini adalah pondasi utama bagi setiap calon pemimpin dan abdi negara. Ingatlah: kecerdasan tanpa karakter adalah kosong, dan semangat tanpa disiplin akan sia-sia,” pesan Bupati.
Bupati juga menegaskan bahwa para siswa merupakan bagian dari harapan masa depan bangsa, dan diharapkan mampu menjadi generasi yang berkontribusi nyata bagi kemajuan daerah.
Setelah kembali ke lingkungan sekolah, Bupati berpesan agar para peserta menjadi agen perubahan, dengan menularkan semangat, kedisiplinan, dan etos kerja yang diperoleh kepada rekan-rekan lainnya. “Jadilah teladan yang menginspirasi, bukan yang hanya menuntut untuk dilayani,” ucapnya.
Lebih lanjut, Bupati mengingatkan agar senantiasa menjaga integritas dan jati diri, menjadikan kedisiplinan serta kejujuran sebagai benteng moral dalam menghadapi tantangan di era modern.
Pada kesempatan tersebut, Bupati turut menyampaikan terima kasih kepada seluruh instruktur, pelatih, dan panitia yang telah bekerja penuh dedikasi dalam membina para siswa.
Acara penutupan ini dihadiri jajaran Forkopimda Simalungun, Pendiri Yayasan Efarina Prof. Dr. J.R. Saragih, S.H., M.M. beserta keluarga, unsur TNI/Polri, perwakilan Ketua DPRD Simalungun Samrin Girsang, Sekretaris Daerah Mixnon Andreas Simamora beserta jajaran Pemkab Simalungun, Ketua TP.PKK Kabupaten Simalungun Ny. Hj. Darmawati Anton Achmad Saragih, jajaran Yayasan Pendidikan Efarina, kepala sekolah, orang tua peserta, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para undangan lainnya.(*)